Klinik Mata Pelajaran Dan Tutor Sebaya



[Sumber : TePe-TePe] [Penulis : Voll] [Editor : Emil]
Salah satu Program SMA Kristen Barana' adalah Membuat Klinik Mata Pelajaran dan Tutor Sebaya yang di laksanakan pada sore hari. Klinik Pembelajaran merupakan sebuah konsep yang mempunyai makna yang terkandung dalam “klinik” dan “pembelajaran”. Sebuah klinik yang dibangun untuk mendemonstrasikan, memberikan dorongan, dan memberikan inspirasi dengan cara‐cara inovatif melalui aktivitas nyata untuk meningkatkan kualitas pembelajaran guru secara mandiri. Inspirasi klinik belajar, dikemukakan dengan melihat praktik bersama yang dilakukan oleh dokter‐dokter spesialis pada sore hari. Dari kegiatan itu, di sekolah pun kita bisa menyelenggarakan klinik belajar dengan membagi mata pelajaran di hari‐hari tertentu pada sore hari. Dengan durasi waktu sekitar 1,5 jam, peserta didik datang berkonsultasi menyelesaikan permasalahan belajarnya. Tempat penyelenggaraan klinik belajar sebaiknya dilakukan di ruang terbuka yang berada di sekolah agar memberikan kesan santai dan alami. Peserta didik yang bermasalah cara belajar dan materi suatu mata pelajaran akan datang menemui guru mata pelajaran yang disukainya untuk berkonsultasi. Guru pembina atau guru bimbingan konseling merekomendasikan kepada guru mana peserta didik akan berkonsultasi. Guru mata pelajaran yang dikunjungi akan memulai berkonsultasi dengan peserta didiknya satu persatu dengan mencatat permasalahan yang dialami oleh peserta didiknya. Klinik Mata Pelajaran sudah di terapkan di SMA Kristen Barana yang dilaksanakan setiap hari Selasa, Rabu, Kamis dan Jumat pukul 14.30-16.00. Pada pelaksanaan klinik mata pelajaran ini terdapat beberapa mata pelajaran yang di ajarkan di antaranya sebagai berikut : Matematika, Fisika, Ekonomi, Kimia, Bahasa Inggris.
Di dalam dunia pendidikan, para guru pasti menemukan ada beberapa peserta didik yang kurang mampu dalam melakukan sesuatu khususnya dalam ranah ketrampilan. Peserta didik semacam ini bukan tidak mampu atau tidak bisa, hanya saja dia belum memahami betul pembelajaran yang diberikan oleh gurunya. Sebab, di sebuah kelas itu memiliki beberapa karakter peserta didik, jarang sekali ditemukan bahkan mungkin tidak ada sama sekali dalam sebuah kelas peserta didik tingkat pengetahuannya sama semua atau homogen. Pasti ada peserta didik yang cepat memahami pengetahuan yang baru dan ada juga yang belum memahami, butuh beberapa kali lagi dijelaskan agar peserta didik tersebut paham apa yang disampaikan gurunya.Terkadang ada juga peserta didik yang hanya membaca judulnya saja sudah mengerti maksud dari guru tersebut, itu karena pengalaman yang didapatkan di luar jam sekolah dia kaitkan dengan pembelajaran yang mereka pelajari. Peserta didik seperti ini mudah diajarkan karena mereka menggunakan pembelajaran yang kontekstual.
Teruss, bagaimana sih cara membangkitkan semangat belajar peserta didik??
Salah satu solusi yang bisa digunakan oleh seorang pendidik adalah dengan menggunakan metode Tutor Sebaya atau Peer Teaching. Sebab dengan menggunakan metode seperti ini dapat membangkitkan semangat belajar peserta didik yang masuk pada kategori yang belum bisa melakukan sesuatu khususnya pada mata pelajaran produktif yang mengedepankan pembelajaran praktik di Aula atau di kelas. Metode Tutor Sebaya sudah di terapkan di SMA Kristen Barana yang dilaksanakan setiap hari Senin pukul 15.00-16.00. Pada pelaksanaan metode tutor sebaya ini terdapat beberapa mata pelajaran yang di ajarkan di antaranya sebagai berikut : Matematika wajib dan minat, Matematika Bahasa Inggris (Math), Matematika Umum, Fisika, Kimia, Biologi, Bahasa Inggris, Ekonomi dan Geografi.
Metode tutor sebaya merupakan sebuah metode belajar yang memanfaatkan teman – temannya yang memiliki kemampuan lebih untuk saling membantu teman lainya yang memiliki kemampuan lebih rendah. Itu semua bukan tanpa alasan, karena mungkin dengan temannya, peserta didik yang lebih rendah kemampuannya tidak ragu-ragu dan canggung dalam bertanya terkait hal yang mereka masih belum mengerti. Beda halnya ketika dia diajarkan oleh Gurunya, mungkin peserta didik tersebut takut atau merasa malu dikatakan "kurang mampu" sehingga peserta didik yang rendah kemampuannya hanya menjawab "iya" saja apabila ditanya oleh gurunya "apakah sudah mengerti".
"Klinik Mata Pelajaran dan Tutor Sebaya ini sangat bermanfaat karena sesuai dengan kebutuhan bagi peserta didik di SMA Kristen Barana dan berharap agar program ini bisa menjadi program andalan SMA Kristen Barana." (RSJV)
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
SMA Kristen Barana’ Tandatangani MOU Sekolah Mitra FMIPA UGM
Yogyakarta — 28–31 Juli 2026. SMA Kristen Barana’ terus memperluas jejaring kemitraan pendidikan sebagai bagian dari upaya membuka semakin banyak peluang bagi murid un
Student Immersion Program SMA Kristen Barana’: Belajar, Beradaptasi, dan Mengenal Budaya Australia
Empat siswa SMA Kristen Barana’ mendapatkan kesempatan berharga untuk mengikuti Student Immersion Program selama tiga minggu pada bulan Agustus di Victoria, Australia. Keempat sis
SPMB SMA Kristen Barana’ Tahun Pelajaran 2027/2028 Resmi Dibuka
SMA Kristen Barana’ A Boarding School kembali membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk Tahun Pelajaran 2027/2028. Penerimaan murid baru ini menjadi kesempatan bagi para l
Siswa SMA Kristen Barana’ Ambil Bagian dalam Pasukan Pengibar Bendera HUT ke-81 RI
Kabar membanggakan datang dari keluarga besar SMA Kristen Barana’. Sebanyak 14 siswa dipercaya menjadi bagian dari Tim Pengibar Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari
SMA Kristen Barana’ Sukses di FLS3N dan O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa-siswi SMA Kristen Barana’ di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3